Berteknologi dengan Bijak

Teknologi diciptakan untuk tujuan memudahkan hidup manusia, jadi jangan sampai ia malah menyusahkan hidup Anda, keluarga dan anak. Ikuti tips berikut ini untuk menghindari dampak negatifnya:

  • Gunakan komputer, TV dan video game tidak lebih dari dua jam. Anak usia dini membutuhkan lebih banyak aktivitas aktif ketimbang ‘hanya’ duduk di depan layar. Fungsi perangkat teknologi adalah sebagai aktivitas pendamping bukan aktivitas utama. Anak justru banyak belajar dengan melakukan aktivitas gerak.
  • Pilih permainan yang mendidik bukan hanya sekedar menghibur, misalnya permainan yang memungkinkan anak mengenal bentuk geometri, angka ataupun abjad.
  • Jika Anda memiliki batita, tahan sebisa mungkin untuk tidak memiliki video games konsol di rumah. Tentu gadget seperti Wii, Nintendo DS atau IPod Touch tidak dilarang, tapi tunggu hingga usia anak anda lebih besar. Lebih lama anda tidak memilikinya, lebih memudahkan anda karena tidak perlu melakukan ‘negosiasi’ waktu bermain games dengan anak.
  • Buat jadwal reguler kapan anak bisa menonton TV atau bermain komputer, misalnya sepulang sekolah pukul 3 sampai 5 sore agar anak mengerti di luar waktu itu mereka tidak boleh bermain.
  • Buat hari bebas teknologi dalam keluarga, misalnya hari tanpa TV atau hari tanpa gadget di rumah. Libatkan semua anggota keluarga di hari tersebut. Teknologi memang diakui baik untuk perkembangan kecerdasan anak. Namun membatasinya juga perlu untuk melindunginya dari akibat negatif.

Bermain Asah Konsentrasi

Beberapa permainan ini dapat membantu mengasah konsentrasi balita Anda. Anda bisa ikut bermain bermasanya.

1. Puzzle. Mengasah konsentrasi karena inti dari permainan ini adalah mencari keping demi keping gambar yang cocok untuk disatukan dengan kepingan gambar lainnya. Biasanya anak tertantang untuk menyelesaikan karena ingin melihat gambar puzzle kembali utuh seperti semula.
Caranya:

  • Pilih puzzle dengan warna dan tema favorit anak.
  • Biarkan anak mengamati gambar utuhnya, kemudian acak puzzle.
  • Secara bergantian, tempelkan kepingan puzzle hingga gambar terangkai sempurna.

2. Menempel. Mengasah konsentrasi karena saat mengelupas stiker anak harus menaruh perhatian penuh, jika tidak stiker tak akan terlepas atau bahkan sobek.
Caranya:

  • Sediakan stiker dengan gambar menarik dan tidak lengket saat dikelupas.
  • Ajak si kecil untuk melepaskan stiker aneka bentuk dan ukuran.
  • Biarkan ia menempelkan stiker yang berhasil dikelupasnya, dimanapun ia mau.

3. Meronce. Mengasah konsentrasi karena memasukkan benang ke dalam lubang manik-manik bukan hal mudah. Anak harus memastikan benang mengarah ke dalam lubang.
Caranya:

  • Sediakan benang wool dan aneka bentuk dan warna manik-manik. Pilih manik-manik yang berukuran besar agar tak tertelan oleh anak, tidak bersudut tajam, tidak mudah pecah.
  • Biarkan anak merangkai manik-manik sesuai keinginannya. Awasi saat anak meronce, agar manik-manik tak tertelan dan tali tak melukai tangannya.

4. Menebak urutan benda. Mengasah konsentrasi karena untuk menebak urutan dan warna benda yang tepat, anak harus benar-benar mengingatnya. Untuk mengingat dengan baik tentu dibutuhkan konsentrasi.
Caranya:

  • Siapkan dua hingga tiga benda kesayangan anak yang ukurannya relatif sama dengan warna yang berbeda.
  • Urutkan bersama anak, setelah itu minta ia berbalik badan dan menyebutkan urutan benda tadi.
  • Setelah berhasil mengurutkan benda dengan benar, minta ia menyebutkan warna benda-benda tersebut.
  • Ulangi kembali dengan susunan yang berbeda. Jika sudah mampu maka tambahi jumlah benda yang ditebak.

5. Memindahkan air. Mengasah konsentrasi karena anak harus memperhatikan banyaknya air yang akan dimasukkan ke dalam gayung. Ia pun harus berkonsentrasi saat berjalan menuju ke ember yang kosong agar air tidak tumpah.
Caranya:

  • Sediakan dua buah ember kecil dan satu buah gayung.
  • Isi salah satu ember hingga setengah penuh.
  • Minta anak untuk mengambil air dari dalam ember yang terisi lalu dipindahkan ke dalam ember yang kosong, lakukan hingga seluruhnya berpindah.

Zat Penting Untuk Kesuburan

Ada beberapa zat gizi yang penting bagi mereka yang berencana memiliki keturunan. Contohnya, hampir semua vitamin dan mineral berfungsi sebagai ko-enzim (membantu kerja enzim) yang memungkinkan seluruh proses di dalam tubuh berlangsung lancar, termasuk sistem reproduksi.

PROTEIN. Zat pembangun atau pembentuk sel baru. Sumber: daging, telur, tahu

  • Kebutuhan protein wanita dewasa rata-rata 48 gram/hari dan pria dewasa 55 gram/hari.
  • Khusus calon ayah, kekurangan protein bisa menganggu proses pembentukan sperma. Jika ayah sangat kekurangan protein, akan menurunkan aktivitas keseimbangan hormon endokrin. Kondisi ini akan menyebabkan berkurangnya protein yang mengikat hormon androgen. Padahal hormon ini dibutuhkan untuk merangsang pembentukan sperma.

OMEGA 3. Mempengaruhi pembentukan sperma baru serta mengaktifkan gerakan sperma. Sumber: ikan laut terutama kembung,, tuna, salmon, lemuru, tengiri.

VITAMIN E. Sumber: tauge, kacang-kacangan (kacang tanah, kacang kedelai, kacang merah).

  • Meningkatkan kemampuan sperma membuahi sel telur dan berperan dalam pembentukan hormone testosterone.
  • Pada wanita dapat mencegah keguguran, karena perannya dalammenjaga kesehatan rahim dan plasenta.

VITAMIN A. Berperan dalam pembentukan sel telur. Kurangnya vitamin ini akan mengakibatkan turunya kadar hormon LH (lutenizing Hormone) dan FSH (Follicle Stimulating Hormone) yang diperlukan untuk pembentukan sel telur.
Sumber: hati, telur, susu, sayuran berwarna hijau gelap (seperto brokoli, dan bayam), buah-buahan berwarna kuning kemerah-merahan (seperti semangka, tomat, wortel dan mangga).

  • Anda dianjurkan untuk mengonsumsi vitamin A tidak lebih dari 25.000 IU (International Unit) per hari.
  • Kelebihan vitamin A akan membuat Anda mual, karena zat gizi tersebut menumpuk di hati.

VITAMIN C. Sumber: jeruk, jambu biji, stroberi, apel, papaya, kiwi, sawi, tomat, paprika merah.

  • Memperkuat sel sperma.
  • Menjaga kesehatan fungsi indung telur dan pembentukan sel telur.
  • Vitamin C, bekerja sama dengan vitamin E dan beta-karoten (senyawa yang dalam tubuh akan diubah menjadi vitamin A) melindungi sel-sel oran tubuh dari radikal bebas yang bisa mempengaruhi kesehatan sistem reproduksi.

VITAMIN D. Sumber: ikan salmon, susu, makanan yang mengandung susu sperti keju dan mentega.

  • Selain banyak terlibat dalam proses pembentukan tulang,  vitamin D juga banyak berperan serta dalam proses-proses metabolisme di otak, jantung kelenjar kelamin, kelenjar prostate, dan payudara.
  • Bagi calon ayah, vitamin D dapat meningkatkan gerakan sperma (sperma ‘berenang’ lebih cepat) dan meningkatkan produksi sperma.
  • Anda dianjurkan untuk mengonsumsinya tidak lebih dari 4000 UI/hari.
  • Kelebihan vitamin D mengakibatkan terjadinya mual, nafsu makan hilang, gatal, banyak kencing, sakit perut, konstipasi, sakit pada tulang, dehidrasi dan bila berlangsung lama bisa mengakibatkan timbulnya kerusakan ginjal.

VITAMIN B6. Banyak terlibat dalam proses sistem reproduksi wanita. Jika Anda sampai kekurangan vitamin ini, bisa-bisa hormone estrogen dan progesterone sangat penting untuk terjadinya suatu kehamilan. Sumber: ayam, ikan, beras merah, kacang kedelai,telur.

SENG (Zn). Sumber: kerang, daging, telur, biji-bijian.

  • Bagi calon ibu, zat seng perlu untuk membantu produksi materi gentik yakni kromosom yang ada dalam sel telur, ketika akan terjadi pembuahan.
  • Bagi calon ayah, zat seng diperlukan untuk proses pembentukan sperma yang sehat.

BESI (Fe). Menjaga siklus ovulasi yang ditandai dengan haid yang teratur. Jika haid tidak teratur, maka pematangan sel telur menjadi kurang baik. Hal ini tentunya berpengaruh pad aproses pembuahan.
Sumber: hati, daging merah, kuning telur, sayur-sayuran hijau, kacang merah.

SELENIUM (Se). Berperan penting dalam produksi sperma yang sehat. Setengah dari kadar dalam tubuh laki-laki ditemukandalam cairan sperma.
Sumber: beras, kuning telur, seafood, jeroan, bawang putih, ikan tuna, susu.